Daftar Isi Artikel

SMA Negeri 2 Tegal adalah satu-satunya SMA berlabel Adiwiyata Nasional di Kota Tegal berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 10280 Tahun 2024. Sebagai salah satu sekolah Adiwiyata Nasional, maka seluruh warga sekolah berkomitmen untuk berpastisipasi aktif dalam gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Setiap unsu warga sekolah secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh Sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

                Untuk melibatkan secara penuh siswa dalam program Adiwiyata sekolah, maka dibentuk tim Duta Adiwiyata yang terdiri dari masing-masing perwakilan kelas. Sebagai salah satu program awal pelibatan Duta Adiwiyata adalah dengan adanya kegiatan perencanaan tiap pokja Duta Adiwiyata yang dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2026 di ruang Multimedia.

Kegiatan ini diawali oleh sambutan Ibu Kepala Sekolah, Dra Uti Wishnuharti, M.M, beliau menyampaikan pentingnya motivasi dari diri setiap siswa untuk memulai dari hal yang kecil dan dari hal yang terdekat untuk selalu menjaga lingkungan selalu bersih. Adanya komunitas Duta Adiwiyata sekolah harapannya menjadi katalis bagi siswa yang lain untuk turut berpartisipasi aktif untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah.

                Pada kesempatan tersebut hadir sebagai tamu undangan Nihongo Partners, warga negara Jepang bernama Iwamoto Kotaro, yang lebih akrab dipanggil Kotaro Sensei oleh siswa. Beliau datang ke SMAN 2 Tegal sebagai bagian dari volunteer Japan Foundation dan turut serta aktif dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Jepang sejak 22 September 2025. Kotaro Sensei memberikan banyak inspirasi pada kegiatan Duta Adiwiyata dengan memaparkan bagaimana warga Jepang utamanya pelajar membiasakan budaya hidup bersih dan sehat dalam kesehariannya.

Bahkan untuk hal yang paling sederhana seperti membuang sampah, dimana warga di Jepang terbiasa membuang sampah sesuai dengan jenis sampahnya, misalnya sampah organik, anorganik, atau sampah elektronik. Seluruh peserta kegiatan sangat antusias menyimak berbagi praktik baik yang disampaikan oleh Kotaro Sensesi. Kegiatan ditutup dengan perencanaan program dari masing-masing pokja Duta Adiwyata sekolah.